andiputrifr

andiputrifr

Selasa, 30 Juni 2015

Gagal bukan Akhir dari segalanya

hai hai haloo..

biar gak rancu saya mau nyambung postingan yang terakhir dulu, soal CPNS --"
yah setelah ujian panjang yang saya lalui *ce'ileh, mulai dari pendaftaran, pengurusan berkas, penantian pelaksanaan tes yang kurang lebih sebulan lamanya, kemudian masa-masa pelaksanaan tes yang kata orang sulawesi bikin "dumba-dumba" atau deg-degan ahaha sampai pada pengumuman hasil tes CPNS itu sendiri dengan sangat menyesal saya katakan bahwa saya belum lulus untuk periode 2014 *nangis di pojokan

kecewa, pasti. marah, pasti. tapi apa daya nilai tak sampai *behikkk. jatuhnya di nilai TWK yang kurang 5 point dari standar kelulusan. TWK apaan? itu singkatan dari Tes Wawasan Kebangsaan. iya kebangsaan. gimana saya bisa lulus, saya nya di tes soal kebangsaan Endonesa. padahal kan saya lama di Prancis ahahaiii *ngeles aja sayanya kayak bajaj. gak lah becanda. yah mungkin karena saya bukan seorang warga negara yang baik dan kurang mengerti soal negara sendiri makanya saya tidak mencapai passing grade untuk tes yang satu itu ahahaiii jujur amat. biarin aje!

nah makanya, mungkin karena itu juga saya menjadi kurang perhatian dengan sahabat (blog) saya ini. yah meskipun memang sebenarnya saya orangnya cepat bosan dengan sesuatu jadinya ketermalasan untuk menulis timbul juga saat itu. tapi untuk berjuang menjadi seorang yang mandiri, saya tidak malas *ngeekk. iya serius. nah, untuk cowok-cowok, maka beruntunglah kalian yang nanti memilih saya sebagai teman hidup kalian *hallaaah ABAIKAN yang tadi!


setelah gagal a.k.a belum lulus tes CPNS 2014, makanya saya menjelma menjadi job seeker  haha. sementara itu saya berprofesi sebagai private teacher. sebulan setelah itu saya diajakin teman buat jadi guru honorer di sekolah tempat tantenya ngajar, dan setelah memikirkan matang-matang tawaran itu, saya terima dan MoU-lah saya dengan pihak sekolah itu. berselang beberapa bulan kemudian, saya merasa ingin mencoba pekerjaan baru. dengan segala macam peluang yang bisa saya dapatkan *ce'ileee bahasanya. iya, akhirnya saya minta untuk diberi pekerjaan di daerah tempat kakak saya bekerja. dimana? TIMIKA - PAPUA cuy! entah kenapa saya merasa mantap untuk hengkang dari tempat saya berada saat itu (november 2014).

setelah saya mengajukan diri, tentunya saya tidak serta merta langsung dipanggil kerja dong. saya pun melanjutkan pekerjaan saya yang ada, sebagai private teacher dan guru honorer. saya pun menunggu dan menunggu kabar dari kakak saya (meskipun sebenarnya saya tidak suka menunggu). sampai saya merasa mungkin jurusan saya tidak mendukung untuk posisi kerja disana. akhirnya saya ikhlaskan saja dan mengurungkan niat untuk kesana *sedihnya.

menjelang beberapa bulan kemudian (februari 2015) saya terkejut mendapat kabar dari kakak saya. saya diminta menyiapkan berkas-berkas lamaran serta antek-antek berkasnya hehe. setelah saya siapkan saya kecewa karena kesannya hanya menyiapkan saja, tidak ada follow-up setelah itu. kemudian saya kembali mengikhlaskan dan membiarkan saja berkas itu membusuk haha dan melanjutkan pekerjaan saya, berpikir positif bahwa saya memang (mungkin) dilahirkan toh hanya untuk jadi guru. dan saya tekunin aja pekerjaan itu.

yang namanya rejeki gak bakal kemana. kakak ipar saya datang ke Makassar untuk berobat. dan saat ingin kembali ke Timika dia mengajak saya kesana dengan alasan untuk beradaptasi dengan lingkungan sebelum betul-betul bekerja di Timika. tapi saat itu saya sedang dalam ikatan kontrak dengan sekolah dan lembaga private, yah saya minta saja waktu seminggu untuk menyelesaikan urusan dengan pihak sekolah dan lembaga private. karena saya tidak mau melewatkan kesempatan itu hehe.

menjelang dua hari keberangkatan saya dikejutkan dengan niat kakak saya untuk tidak memulangkan saya ke Makassar, oh iya saya lupa, awalnya perjanjian saya cuma sebulan di Timika. nah linglunglah saya, karena saya cuma izin sebulan di sekolah dan di lembaga private. akhirnya h-1 saya kembali bertemu pihak sekolah dan lembaga private untuk mengajukan resign. dengan berat hati juga saya katakan, saat itu yah saya sudah mulai nyaman dengan kerjaan saya hehe. dan syukur kedua pihak mengerti alasan saya resign, meskipun saya membuat alasan palsu.

jreng jreng jreng...
4 jam perjalanan menggunakan kumpulan besi yang bisa terbang, yang orang-orang sering sebut Pesawat haha akhirnya saya tiba di bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua. menggunakan mobil niuniu, populer dengan sebutan Ambulance, saya menuju ke tempat kakak saya bekerja dan sekaligus tinggal disana. namanya Rumah Sakit Tjandra Medika (RSTM).

dua hari setelah saya stay disini (RSTM, Timika) saya dipertemukan dengan Manager Administrasi Keuangan RSTM , namanya Pak Adrian Hamid, saya pun langsung di training hari itu juga. awalnya saya hanya sekedar berstatus sebagai karyawan uji coba sambil nunggu berkas lamaran saya diterima di perusahaan entah apalah apalah namanya itu, sampai kemudian saya diminta menjadi karyawan tetap di RSTM bagian Administrasi.

saya senang dengan pekerjaan baru saya, apalagi pak bos orangnya santai hehe. dan salah satu point bucket list saya pun terwujud meski penantiannya cukup lama. dari itu saya percaya, selama apapun kita menunggu, yakin saja bahwa apa yang kita impikan dan inginkan akan terwujud saat kita berusaha dan ikhlas.

mungkin cukup yah rekapan cerita saya selama 10 bulan. bye! thanks for reading, see yah at the nex post :*