andiputrifr

andiputrifr

Jumat, 11 Maret 2016

Tujuan kita adalah Pulang dengan Selamat, Puncak hanyalah Bonus

saya bukan penulis. tapi saya mau menulis tentang ini. baca meki hehe..

sebelum masuk kuliah (2010) saya di wanti-wanti oleh etta (panggilan untuk bapak - etnis bugis) saya. kurang lebih begini.
..."selama kamu kuliah nak, silahkan masuki semua lembaga kampus yang kamu minati, KECUALI lembaga untuk mendaki atau sejenisnya"


Maka hancur sudah harapan saya *lebay. Bagaimana tidak, secara itu salah satu lembaga yang saya idam-idamkan dari dulu. Dengan berat hati karena tidak mau jadi anak durhaka maka saya pun nurut. Beberapa kali diajak nanjak (bahasa ala saya sendiri untuk kata "mendaki") sama senior dan junior, yah saya bisanya cuma bilang "iya saya ikut yah!" terus cari alasan tidak jadi ikut untuk nolak secara halus. Sampai mereka bosan ngajakin saya nya *hiks.

Kalau tiba masa-masa perekrutan lembaga pencinta alam di kampus saya, MADIPALA (Mahasiswa Pendidikan Pencinta Alam) nama lembaganya. Saya ala-ala ambil formulir, isi form, tapi tuh formulir tidak kembali ke lembaga hahaaa. Pernah juga senior saya sampai kesal karena 2 tahun berturut-turut sayanya gitu, jadi dia yang isi formulir buat saya. gileee! Tapi tetap saja saya tidak ikut, takut durhaka. nanti dikutuk jadi batu AKIK hahaaa.
 
Nah pas 2014, pas lulus kuliah. saya nawarin diri ikut nanjak sama junior saya. namanya Alvin Setiawan Mahmud, panggil saja dia Alvin (bukan mawar) atau mau tau tentang dia, follow ig @penjelajahkecil. Dengan modal nekat dan perlengkapan yang cuma nebeng sama Alvin, saya nanjak deh. Lokasinya di lembah Ramma', Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

nanjak pertama saya...






Alhasil, kesimpulannya, nanjak itu memang tidak gampang, tapi menurut saya keren! iya KEREN! Apalagi kalo sudah dapat track yang lumayan terjal (bagi pemula), licin, atau banyak batunya sekalian. Wiiiiihhh rasanya pengen balik aja ke kaki gunung. Padahal waktu nanjak pertama saya cuma bawa daypack bukan tas carrier. Isinya juga cuma perlengkapan pribadi, nah gimana tuh kalo yang bawa carrier 60L atau lebih. Namanya juga pemula *ahihiiii. Tapi semua itu sirna setelah sampai ke puncak. Subhanallah.... susah diungkapkan dengan kata-kata ciptaan Tuhan itu. capek tidak terasa kalau sudah terlena dengan panorama dari atas gunung. Kalau sudah lihat pemandangannya, cuma bisa bilang "maka nikmat Tuhan mana yang kau dustakan".

Setelah merasakan pengalaman pertama nanjak (sebagai pemula). Saya diajakin lagi nanjak sama Alvin *yeyeye. Saking maunya saya, yah langsung saya iya kan aja *hahaa. Padahal Alvin ngajaknya pas 2 jam mau berangkat ke lokasi *buseeet dah. Untungnya dapat izin juga dari mama. Lokasi kedua saya nanjak itu di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dengan ketinggian 1323 MDPL.

nanjak kedua saya....







  

Dan  setelah nanjak kedua itu, saya ketagihan dan ketagihan !!! saya candu dan candu!!! Semoga ada rejeki umur dan kesehatan biar bisa nanjak lagi. Amin.
Terima kasih telah membaca. Semoga bisa menjadi inspirasi dan membuka pikiran bahwa mendaki bukanlah sekedar pekerjaan bagi orang yang tidak punya kerjaan atau pergi untuk mencari mati, tidak sayang nyawa, dan bla bla bla. Karena mendaki bukan sekedar mendaki, mendaki juga ada aturan dan ilmunya.
Jangan di rumah dan di kantor terus, ayo keluar. Indonesia itu Indah. Indonesia itu Keren!!!
SALAM LESTARI...