andiputrifr

andiputrifr

Kamis, 31 Juli 2014

temen nanya, ane jawab

pembahasan yang menarik menurut ane dan pantas untuk di sharing-kan dengan ente-ente sekalian. seorang temen ane (inisialnya AS) nanya kayak gini sama ane pas lagi chatting-an
"seberapa percaya kamu dengan orang yang mempunya mimpi yang mungkin diluar batas kemampuan seseorang? Menurutmu dia bisa wujudkan itu?"
pertanyaan barusan sempat bikin ane kaget juga sih. pertanyaan semacam ini bisa juga ya ditanyakan ke ane yang notabene-nya adalah seorang perempuan biasa yang caranya juga biasa-biasa aja dalam menjalani hidup, bahkan punya cita-cita yang gak muluk-muluk kayak orang lain. dan itu kenyataan, bukan merendahkan diri! oke!
ane jawab "sangat percaya, bisa dia wujudkan, dan sebenarnya itu tidak bisa disebut mimpi, tapi impian!"
"iya impian" dia membetulkan kalau itu impian, bukan mimpi. dan saya lega! hehe.
"impian tanpa deadline sama saja mimpi." sambungnya lagi
menurutnya impian tanpa sebuah deadline sama halnya dengan sebuah mimpi. itu berarti seseorang yang mempunyai impian tapi tidak mematok sebuah deadline maka impiannya hanya akan menjadi sebuah mimpi. dengan kata lain mustahil untuk terwujud. ane pun membenarkan pendapatnya itu.
"mimpi tidak bisa diwujudkan p****, impian bisa. sebesar apapun impian seseorang dan sekecil apapun kemungkinannya terwujud, kalo dia usaha pasti terwujud, barengi dengan doa juga" sambung ane lagi sok bijak haha
"sebenarnya kata impian dan mimpi hanya sekedar ilusi linguistik semata. Tapi pengaplikasiannya berdasarkan filosofi hidup manusia yang menganutnya" katanya dengan tegas
ya, ane bisa terima pendapatnya meskipun dengan bahasa yang sebenarnya sedikit ane kurang bisa serap dengan matang. mungkin karena faktor sudah larut malam ahaha (alasan). dan dengan legowo pun ane menjawab
"iya, tergantung bagaimana manusia sebenarnya yang memaknai mimpi dan impian itu. tapi karena kamu minta pendapat jadi cuma itu yang bisa saya katakan"
dia balas "senang dengan orang yang optimistic ! karena memancarkan aura positif" dibarengi emot :)
"iya betul :) jauhi obsesi, pegang optimis"
"hahhaa.. ok,, motivation class is end" balasnya. dan chatting pun berakhir *_*
intinya, impian dan mimpi itu berbeda manteman. seperti tadi yang ane perbincangkan dengan temen ane. seseorang harus berjuang untuk impiannya, sebesar apapun impian itu dan sekecil apapun kemungkinan untuk mewujudkannya, meski hanya 1% sekalipun. wujudkan dengan usaha dan doa. yakin bahwa impian itu akan terwujud. jangan lupa untuk memasang "deadline" agar ada target pencapaian. ente gak mau kan impian ente hanya sekedar mimpi. ente tentu gak mau tidur terus, melihat rencana terbaik ente hanya dalam mimpi yang kemudian saat ente bangun, mimpi itu lenyap. So, think and do what you should do, friends :)