Hai pembaca ku tersayang..
Di
postingan kali ini saya mau cerita soal pengalaman saya selama di tanah
cendrawasih. Tidak kebayang sama ekspresi kalian pas dengar nama daerah
itu. Daerah yang letaknya di bagian timur Indonesia, tepatnya di
provinsi Papua, kabupaten Mimika. Nah, ibu kota kabupaten nya bernama
Timika. Mimika ini didiami 2 suku, yaitu suku Amungme (wilayah
pegunungan) dan suku Kamoro (wilayah pantai).
Sekarang
posisi saya ada di Kota Timika, tepatnya Kwamki Narama. Di Timika ada
jg daerah paling terkenal namanya Tembagapura. Ya iyalah terkenal,
disitu tempatnya tambang emas terbesar di dunia milik PT. Freeport
Indonesia (PTFI). Tau kan PTFI? Kalau tidak, ya mulai sekarang harus tau
haha *maksa
Minggu
kemarin, 19 Juli 2015, saya dan keluarga jalan-jalan ke daerah
pelabuhan. Nama daerahnya Paumako. Jadi tempat yang saya kunjungi itu
namanya Pelabuhan Paumako *hehe. Perjalanan yang saya tempuh dari
Kwamki ke Paumako lamanya sekitar 45 menit. Lama juga kan. Suasana
daerah yang dilewati pun sepi. Sekali ada pemukiman paling cuma ada
beberapa rumah. Pemukiman itu milik suku Kamoro (katanya). Sesaat tiba
di pelabuhan, tidak ada yang menarik dari tempat itu (menurut saya).
Yang terlihat hanya hamparan muara yang dipinggirnya ada hutan yang
entah apa nama pohon-pohon yang tumbuh disana. Akhirnya, saya dan
keluarga memutuskan untuk memasuki wilayah pelabuhan. Tapi betapa
salahnya apa yang saya pikirkan tentang tempat itu. Ternyata ada titik
dimana panorama alam sangat indah membuai mata. Saya tercengang dan
harus meminta maaf pada Tuhan karena telah menganggap ciptaan-Nya tidak
menarik.
Pertama
kali dalam hidup saya melihat pemukiman kumuh tapi entah mengapa saya
sangat suka melihatnya. Semacam ada cerita dan inspirasi yang tergerak
di hati dan pikiran saya. Mungkin seperti ini suasana yang dialami
beberapa teman saya yang mengikuti program mengajar/mendidik di daerah
pedalaman Indonesia. Saya tidak mau meninggalkan jejak saja di tempat
itu. Memanfaatkan waktu yang sedikit, kutipan kamera yang menjadi saksi
bahwa saya pernah ke tempat itu meskipun hanya sebentar saja. Saya
tinggalkan senyum untuk anak-anak disana menandakan saya bahagia bertemu
makhluk kecil unik seperti mereka. Kemudian saya mengajak mereka
berfoto, setidaknya itu meninggalkan kesan tersendiri bagi mereka. Kesan
apalah itu hanya mereka yang tau. Intinya saya sangat senang bisa ke
tempat itu dan semoga bisa berkunjung lagi kesana. Semoga :)
