andiputrifr

andiputrifr

Jumat, 24 Juli 2015

AKU PAPUA

Hai pembaca ku tersayang..

Di postingan kali ini saya mau cerita soal pengalaman saya selama di tanah cendrawasih. Tidak kebayang sama ekspresi kalian pas dengar nama daerah itu. Daerah yang letaknya di bagian timur Indonesia, tepatnya di provinsi Papua, kabupaten Mimika. Nah, ibu kota kabupaten nya bernama Timika. Mimika ini didiami 2 suku, yaitu suku Amungme (wilayah pegunungan) dan suku Kamoro (wilayah pantai).
 
Sekarang posisi saya ada di Kota Timika, tepatnya Kwamki Narama. Di Timika ada jg daerah paling terkenal namanya Tembagapura. Ya iyalah terkenal, disitu tempatnya tambang emas terbesar di dunia milik PT. Freeport Indonesia (PTFI). Tau kan PTFI? Kalau tidak, ya mulai sekarang harus tau haha *maksa

Minggu kemarin, 19 Juli 2015, saya dan keluarga jalan-jalan ke daerah pelabuhan. Nama daerahnya Paumako. Jadi tempat yang saya kunjungi itu namanya Pelabuhan Paumako *hehe. Perjalanan yang saya tempuh dari Kwamki ke Paumako lamanya sekitar 45 menit. Lama juga kan. Suasana daerah yang dilewati pun sepi. Sekali ada pemukiman paling cuma ada beberapa rumah. Pemukiman itu milik suku Kamoro (katanya). Sesaat tiba di pelabuhan, tidak ada yang menarik dari tempat itu (menurut saya). Yang terlihat hanya hamparan muara yang dipinggirnya ada hutan yang entah apa nama pohon-pohon yang tumbuh disana. Akhirnya, saya dan keluarga memutuskan untuk memasuki wilayah pelabuhan. Tapi betapa salahnya apa yang saya pikirkan tentang tempat itu. Ternyata ada titik dimana panorama alam sangat indah membuai mata. Saya tercengang dan harus meminta maaf pada Tuhan karena telah menganggap ciptaan-Nya tidak menarik. 

Pertama kali dalam hidup saya melihat pemukiman kumuh tapi entah mengapa saya sangat suka melihatnya. Semacam ada cerita dan inspirasi yang tergerak di hati dan pikiran saya. Mungkin seperti ini suasana yang dialami beberapa teman saya yang mengikuti program mengajar/mendidik di daerah pedalaman Indonesia. Saya tidak mau meninggalkan jejak saja di tempat itu. Memanfaatkan waktu yang sedikit, kutipan kamera yang menjadi saksi bahwa saya pernah ke tempat itu meskipun hanya sebentar saja. Saya tinggalkan senyum untuk anak-anak disana menandakan saya bahagia bertemu makhluk kecil unik seperti mereka. Kemudian saya mengajak mereka berfoto, setidaknya itu meninggalkan kesan tersendiri bagi mereka. Kesan apalah itu hanya mereka yang tau. Intinya saya sangat senang bisa ke tempat itu dan semoga bisa berkunjung lagi kesana. Semoga :)