Hai pembaca ku yang baik hati..
Saya
bingung mau memulai postingan ini dari mana. Kata "Mudah" menggerakkan
saya menulis ini. Menurut kalian mengapa seseorang jika terlalu
mencintai, dia mudah memaafkan meskipun hatinya sakit. Dan mengapa jika
seseorang tau bahwa dirinya begitu dicintai, dia berbuat seenak
jidatnya! Ini lagi gak marah yah. Gak marah kok. Dikit aja. Hehe..
Kenapa
sih janji itu mudah sekali terucap dan semudah itu juga diingkari.
Geram saya. Apakah orang-orang yang mudah mengingkari janji atau
melupakan perkataannya belum pernah merasakan akibat diperlakukan
seperti itu? Atau karena mereka tidak peduli dengan perasaan orang lain?
Sehingga mereka mudah melakukan hal-hal menyebalkan seperti itu. Atau
jangan-jangan orang-orang seperti diciptakan Tuhan untuk menguji
kesabaran orang lain. Hmm.. Kalo itu alasan Tuhan, memang masuk akal.
Di
dunia ini harus selalu ada perbedaan dalam setiap titik. Agar kehidupan
tidak monoton. Jika semuanya adalah penjual maka tidak ada pembeli, iya
kan? Tapi dibalik perbuatan menyebalkan itu apakah sedikitpun mereka
tidak menggunakan pikiran dan perasaannya? Mungkin iya mereka
menggunakan pikiran, tapi sebatas untuk melakukan hal menyebalkan itu,
bukan untuk memikirkan dampak perbuatannya. Huuuft.
Perasaan
seseorang yang terlalu mencintai akhirnya disalahgunakan oleh yang
merasa sangat dicintai. Terus saja berjanji dan kemudian ingkari. Iya
terus saja begitu sampai bumi menjadi kotak.
Percaya. Pembodohan!